Seputar Peradilan

PENGADILAN AGAMA CIKARANG LAKSANAKAN DESCENTE

PERKARA HARTA BERSAMA

 

pa-cikarang.go.id | 11 September 2020

Pengadilan Agama Cikarang kembali melakukan kegiatan Pemeriksaan Setempat (PS) atau biasa juga disebut Descente. Pemeriksaan Setempat dilakukan untuk melihat secara langsung obyek yang disengketakan dengan tujuan untuk memastikan keberadaan objek tersebut agar tidak illusoir (hampa).

Pada hari Jumat tanggal 11 September 2020 tepat pukul 08.00 rombongan Majelis yang terdiri dari ketua majelis, hakim anggota, panitera pengganti, jurusita pengganti dan sopir berangkat untuk melakukan Pemeriksaan Setempat di lokasi yang berada di Perumahan Papan Indah 1 Desa Mangunjaya Kecamatan Tambu Selatan Kabupaten Bekasi dalam perkara gugatan harta bersama Nomor 698/Pdt.G/2020/PA.Ckr antara Sukini sebagai Penggugat melawan Wawan Setiawan sebagai Tergugat.

Berbeda halnya dengan pelaksanaan pemeriksaan setempat di daerah-daerah yang harus masuk ke pelosok-pelosok perkampungan, tantangan perjalanan kali ini hanya harus melewati arus macet perkotaan sehingga Majelis yang berangkat harus berangkat lebih awal agar bisa sampai ke tujuan tepat waktu, Majelis yang berangkat akhirnya sampai di Kantor Desa Mangunjaya untuk koordinasi dengan desa setempat dan disambut hangat oleh aparat desa tersebut.

Setelah sidang dibuka oleh Ketua Majelis sesampainya di lokasi dengan didampingi Kepala Urusan Pemerintahan Desa Mangunjaya Drs. Ahmed Effendi Majelis langsung melakukan pemeriksaan objek sengketa berupa rumah. Proses pemeriksaan obyek sengketa tanah dilaksanakan oleh jurusita dan dicatat oleh panitera pengganti sesuai dengan diawasi langsung oleh Majelis Hakim dan dihadiri pula oleh Pihak Penggugat dan Tergugat tidak mengalami kesulitan, karena objek hanya berupa rumah yang masih standar perumahan sehingga proses pengukuran hanya dengan mencocokan antara sertipikat dengan ukuran, batas-batas dan bentuk bangunan rumah.

Dalam proses memeriksa objek sengketa, pihak tuan rumah yang tak lain pihak Penggugat sebetulnya meminta Majelis untuk sekedar mencicipi makanan yang sudah dihidangkan tuan rumah, namun terkait hal itu Ketua Majelis menjelaskan secara halus kepada para pihak tanpa bermaksud tidak menghormati maksud keramahan tuan rumah, harus menolak bentuk pemberian apapun dari para pihak yang berperkara karena untuk menghindari persangkaan dari pihak lain kebaikan tersebut akan mempengaruhi arah putusan.

Pemeriksaan setempat resmi ditutup oleh Ketua Majelis Dendi Abdurrosyid, S.H.I.,M.H setelah semua proses selesai dilaksanakan kemudian sidang ditunda sampai dengan hari senin tanggal 14 September 2020, pukul 09.00 WIB untuk agenda kesimpulan. (red-den)