Pengambilan Akte Cerai

Tata cara pengambilan Akta Cerai :

  • Akta Cerai Diambil Sendiri, Jika perkara sudah dikabulkan dan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka bisa mengambil sendiri akta cerainya dengan membawa persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
  1. Kartu Identitas (KTP)
  2. Identitas Perkara atau Nomor Perkara yang terdapat pada Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) atau Surat Panggilan (Relas Panggilan).
  • Akta Cerai Diambil Keluarga, Jika mereka sibuk dan tidak sempat mengambil sendiri akta cerai ke Pengadilan Agama, bisa mewakilkannya kepada keluarga misalnya ibu, ayah, anak, saudara dan seterusnya. Adapun persyaratannya adalah :
  1. Surat Kuasa, dalam surat kuasa harus ditulis dengan jelas maksud pemberian kuasa untuk mengambil akta cerai dengan menyertakan nomor perkara. Disamping itu, surat kuasa juga harus dibubuhi tanda tangan diatas materai dari pihak yang memberikan kuasa.
  2. Photo Copy Kartu Identitas (KTP) Pemberi dan Penerima Kuasa.
  • Akta Cerai Diambil Oleh Pengacara/Advokat/Kuasa Hukum, Bagi yang menggunakan jasa lawyer / pengacara / kuasa hukum / Advokat, bisa mewakilkan pengambilan akta cerai di pengadilan agama kepada pengacara yang ditunjuk. Adapun persyaratannya adalah Surat Kuasa. Surat Kuasa harus secara konkrit menyebutkan keperluan seperti pengambilan Salinan Putusan, Penetapan dan atau Akta Cerai. Jika dalam surat kuasa untuk beracara belum disebutkan secara jelas, maka harus ada surat kuasa tersendiri yang isi surat kuasanya menyatakan keperluan untuk pengambilan Salinan Putusan, Penetapan dan atau Akta Cerai.